TOPOLOGI JARINGAN KOMPUTER
Topologi jaringan komputer memang sudah merupakan
suatu hal yang mutlak dipahami oleh para teknisi jaringan, karena
tanpa memahami topologi jaringan komputer, maka seorang teknisi jaringan tidak
dapat mengimplementasikan jaringan komputer dengan baik dan juga tepat sasaran.
Topologi paling populer adalah BUS, Star, Ring, dan Tree. Namun sebenarnya
ada banyak topologi jaringan yang ada di dunia IT.
Jaringan komputer saat ini sudah sangat berkembang
sangat pesat. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya penggunaan dan juga
pengaplikasian dari jaringan komputer, yang dikembangkan oleh banyak
pengembang. Jaringan komputer itu sendiri, sudah pasti membutuhkan dasar –
dasar pemahaman agar bisa diimplementasikan dengan baik. Paling tidak, bagi
seorang teknisi jaringan komputer, hal penting yang harus dipahami terlebih
dahulu ketika akan membangun dan membuat sebuah jaringan komputer,
maka dia harus bisa memahami terlebih dahulu mengenai topologi
jaringan komputer.
Pengertian topologi jaringan komputer
Bahasa sederhana dari
topologi jaringan komputer adalah desain jaringan komputer. Ya, desain jaringan komputer tentu
saja sangat diperlukan seorang teknisi jaringan untuk membantu membangun sebuah
jaringan komputer. Singkatnya, seperti seorang arsitek yang akan membangun
gedung.
Sebelum dia menitahkan mandor untuk membangun gedung,
maka sang arsitek akan membuat desain terlebih dahulu, sama seperti ketika
seorang teknisi jaringan pada saat akan membangun satu jaringan komputer.
Desain jaringan perlu dibuat, karena dengan adanya topologi jaringan, maka
paling tidak teknisis jaringan dapat mengetahui alat apa saja yang akan
dibutuhkan untuk membangun suatu jaringan komputer.
Sejarah Topologi Jaringan
Awal Tahun 1940-an –
1950-an Pada dasarnya,
konsep dari jaringan sebuah komputer sudah dimulai pada era 40-an, dimana
terdapat suatu proyek dalam grup riset di Harvard yang membutuhkan penggunaan
suatu komputer yang bisa digunakan secara bersamaan. Sepuluh tahun
kemudian, yaitu kira – kira pada era 50an, dimana super komputer sudah mulai
berkembang, diciptakan suatu kondisi TSS atau time sharing system, dimana pada
saat itu, mulai diaplikasikan konsep jaringan komputer.
Pada saat itu, beberapa komputer sebagai terminal bisa
digunakan untuk mengakses satu host atau server secara bersamaan. Dalam era
ini, kemudian perkembangan dari jaringan komputer menjadi semakin pesat dan
banyak digunakan untuk kepentingan tertentu.
1970 –an Setalah itu, tepatnya pada era
70an, mulai dikembangkan suatu sistem yang dikenal dengan istilah Distribution
Processing atau proses distribusi, yang memungkinan host bisa bekerja secara
pararel dalam menyediakan data bagi workstation atau user atau juga dikenal
dengan istilah client.
Setelah era Distribution Processing, maka mulai
berkembanglah konsep peer to peer LAN, yang memungkinkan dua komputer saling
terhubung tanpa membutuhkan suatu server atau host. Setelah peer to peer LAN
mulai popluer, perkembangan jaringan komputer yang tercanggih saat ini adalah
jaringan WAN atau Wide Area Network, yang dapat mengkoneksikan seluruh komputer
di dunia dengan satu jaringan saja, yang kita kenal juga dengan istilah
internet.
Itulah kira
– kira sejarah singkat dari jaringan komputer, dan juga penggunaan dari
topologi jaringan komputer.
Jenis – jenis topologi jaringan komputer
Pada dasarnya, ada beberapa jenis topologi jaringan
komputer yang bisa dipilih untuk membangun sebuah jaringan komputer. Secara
teknis, ada dua jenis pembagian topologi komputer, yaitu :
- Topologi Fisik. Toplogi fisik mengacu kepada lokasi dan juga tata letak semua hardware dan juga peralatan yang dibutuhkan untuk mendukung implementasi dari sebuah toplogi jaringan di dalam satu jaringan komputer. Hal ini juga mengacu pada kedudukan dan juga tata letak pada setiap komputer dan juga device yang akan saling terhubung di dalam suatu jaringan.
- Topologi Logik. Topologi logik mengacu pada cara akses yang bisa digunakan oleh komputer dalam suatu jaringan.
Penjelasan
kedua jenis topologi jaringan ini akan kita ulas secara mendetil.
Topologi Logik
Topologi
logik sendiri memiliki dua jenis, yang menunjukkan bagaimana suatu komputer
atau client dapat melakukan akses kepada servernya. Berikut ini adalah kedua
jenis toplogi logik :
1. Topologi
Broadcast
Topologi
broadcat merupakan suatu kondisi dimana semua komputer yang berperan sebagai
client atau user menerima secara penuh semua data yang dimiliki oleh komputer
server atau host, tanpa adanya suatu batasan atau limitasi pada masing – masing
user atau client.
2. Topologi
Token Passing
Berbeda
dengan topologi broadcast, topologi token passing mengandalkan sebuah token
utnuk memperoleh akses data ke dalam server atau host. Jadi hanya komputer
client atau user yan memilki token saja lah yang berhak dan dapat melakukan
akses data ke dalam server ataupun host dalam suatu jaringan komputer.
Topologi fisik
Apabila
dilihat dari segi topologi fisik, maka jaringan kompter memilki beberapa jenis
topologi lagi, yaitu :
Topologi Bus
merupakan suatu bentuk topologi pada jaringan komputer, dimana setiap komputer
terhubung secara linear dengan server atau hostnya tanpa menggunakan alat bantu
atau hardware yang bersifat aktif, seperti hub ataupun swith. Jaringan komputer
yang menggunakan topologi bus ini menggunakan bus sebagai konektor antar kabel
dalam satu jaringan, dan menggunakan terminator pada tiap ujung jaringan, yang
dapat mencegah terjadinya colission data pada jaringan
Kelebihan
Topologi Bus
- Sangat mudah untuk set-up dan memperluas jaringan bus.
- Panjang kabel yang dibutuhkan untuk topologi ini paling pendek di banding dengan toplogi lain.
- Biaya topologi Bus sangat efisien.
- Jaringan Linear Bus banyak digunakan dalam jaringan kecil. Baik untuk LAN.
Kekurangan
Topologi Bus
- Ada batas pada panjang kabel pusat dan jumlah node yang dapat terhubung.
- Ketergantungan pada kabel pusat di topologi ini merupakan kerugian, jika kabel utama (yaitu bus) bermasalah, seluruh jaringan rusak.
- Terminasi yang tepat diperlukan untuk membuang sinyal. Penggunaan terminator adalah keharusan.
- Sulit untuk mendeteksi dan memecahkan masalah jika terjadi kesalahan di setiap node.
- Biaya pemeliharaan bisa lebih tinggi.
- Efisiensi jaringan Bus akan berkurang seiring dengan meningkatnya jumlah perangkat yang terhubung.
- Hal ini tidak cocok untuk jaringan dengan lalu lintas berat.
- Keamanan sangat rendah karena semua komputer menerima sinyal yang dikirim dari sumber.
Topologi
star merupakan salah satu jenis topologi pada jaringan komputer yang saat ini
paling banyak digunakan. Topologi jaringan star ini memungkinkan sati server
memberikan seluruh datanya dengan menggunakan hub ataupun switch secara
sekaligus. Itu berarti, setiap komputer yang berperan sebagai client akan
memperoleh jumlah kecepatan transfer dan juga data yang sama. Selain itu,
topologi star juga memungkinkan setiap komputer memiliki kabel sendiri,
sehingga apabila terjadi kegagalan jaringan pada satu komputer, maka hal in
itidak akan mengganggu keseluruhan jaringan
Kelebihan
Topologi Star
- Dibandingkan dengan topologi Bus, topologi star memiliki kinerja jauh lebih baik, sinyal tidak selalu ditransmisikan ke semua workstation. Sebuah sinyal yang dikirim mencapai tempat tujuan setelah melewati tidak lebih dari 3-4 perangkat dan 2-3 link. Kinerja jaringan tergantung pada kapasitas hub pusat.
- Mudah untuk menghubungkan node atau perangkat baru . Dalam topologi star, node baru dapat ditambahkan dengan mudah tanpa mempengaruhi sisa jaringan. Demikian pula komponen juga bisa dilepas dengan mudah.
- Manajemen terpusat. Ini membantu dalam memantau jaringan.
- Kegagalan satu node atau link tidak mempengaruhi sisa jaringan. Pada saat yang sama mudah untuk mendeteksi kegagalan dan memecahkan masalah itu.
Kekurangan
Topologi Star
- Terlalu banyak ketergantungan pada perangkat sentral memiliki kelemahan sendiri. Jika gagal, seluruh jaringan akan down.
- Penggunaan hub, router atau switch sebagai perangkat sentral meningkatkan biaya keseluruhan jaringan. (baca juga : Fungsi router, Perangkat keras jaringan komputer, dan Perangkat lunak jaringan komputer )
- Kinerja, jumlah serta node yang dapat ditambahkan dalam topologi tersebut tergantung pada kapasitas perangkat sentral.
Topologi
ring merupakan salah satu bentuk topologi yang sudah lama ditinggalkan dan juga
jarang digunakan. Topologi ring tidak membutuhkan alat jaringan aktif seperti
switch ataupun hub, dan tidak juga memerlukan terminator dan bus seperti
topologi jaringan bus. Topologi ini hanya membutuhkan koneksi jaringan antar
komputer, dimana antar komputer server dengan kliennya akan terhubung menjadi
satu siklus jaringan.
Hal ini
membuat suatu data harus melewati beberapa koputer terlebih dahulu sebelum
mencapai komputer tujuannya. Meskipun terkesan rumit, namun topologi ini
merupakan salah satu topologi jaringan yang paling sederhana, namun apabila
terjadi kerusakan dan kegagalan jaringan pada salah satu node, maka hal ini
akan berpengaruh pada keseluruhan jaringan komputer.
Kelebihan
Topologi Ring
- Jenis topologi jaringan sangat terorganisir. Setiap node akan untuk mengirim data ketika menerima token kosong. Hal ini membantu untuk mengurangi kemungkinan tabrakan. di topologi ring semua lalu lintas mengalir hanya satu arah dengan kecepatan yang sangat tinggi.
- Bahkan ketika beban pada jaringan meningkat, kinerjanya lebih baik daripada topologi Bus.
- Tidak perlu server jaringan untuk mengontrol konektivitas antara workstation.
- Komponen tambahan tidak mempengaruhi kinerja jaringan.
- Setiap komputer memiliki akses yang sama terhadap sumber daya.
Kekurangan
Topologi Ring
- Setiap paket data harus melewati semua komputer antara sumber dan tujuan. Hal ini membuat lebih lambat dari topologi Star.
- Jika salah satu workstation atau port turun, seluruh jaringan akan terpengaruh.
- Jaringan sangat tergantung pada kabel yang menghubungkan komponen yang berbeda.
- Kartu jaringan yang mahal dibandingkan dengan kartu Ethernet dan hub.
4. Topologi
Tree
Topologi
tree merupakan salah satu jenis topologi yang bertingkat. Dengan menggunakan
topologi jaringan tree ini, maka dapat dimungkinkan untuk mengkoneksikan
jaringan antar komputer dengan hierarki atau tingkatan yang berbeda. Topologi
dapat menyatukan beberapa jaringan menjadi satu dengan menggunakan topologi tree
Kelebihan Topologi
Tree
- Topologi ini adalah pengembangan dari topologi star dan bus , sehingga dalam kondisi jaringan tidak dapat menerapkan topologi star ataupun bus yang berkaitan skalabilitas, maka topologi tree adalah alternatif terbaik.
- Perluasan Jaringan sangat memungkinkan dan mudah.
- Di sini, kita membagi seluruh jaringan menjadi segmen (star jaringan), yang dapat dengan mudah dikelola dan dipelihara.
- Kesalahan deteksi dan koreksi mudah.
- Setiap segmen disediakan dengan dedicated point-to-point kabel ke hub pusat.
- Jika salah satu segmen rusak, segmen lain tidak terpengaruh.
Kekurangan
Topologi Tree
- Karena struktur dasar topologi pohon sangat bergantung pada kabel bus utama, kalau rusak seluruh jaringan lumpuh.
- Semakin banyak node dan segmen ditambahkan, pemeliharaan menjadi sulit.
- Skalabilitas dari jaringan tergantung pada jenis kabel yang digunakan.
5. Topologi
Mesh
Topologi
mesh sepertinya merupakan salah satu bentuk topologi jaringan yang paling
rumit. Hal ini dikarenakan semua komputer dalam topologi mesh salin
gberhubungan dengan sifat yang bolak balik. Itu artinya semua data di dalam
komputer yang terhubung di dalam jaringan topologi mesh bisa diakses dengan
berbagai macam cara dan dari mana saja. Penggunaan topologi mesh ini sangat
tidak cocok apabila menggunakan device ataupun komputer yang banyak, karena
akan sangat sulit untuk melakukan pengawasan dan juga pengendalian.
Kelebihan
topologi Mesh
- Data dapat ditransmisikan dari perangkat yang berbeda secara bersamaan. Topologi ini dapat menahan lalu lintas tinggi.
- Bahkan jika salah satu komponen gagal, ada alternatif lain sehingga transfer data tidak terpengaruh.
- Perluasan dan modifikasi dalam topologi dapat dilakukan tanpa mengganggu node lainnya
6.Topologi Linier

Topologi
linier atau biasaya disebut topologi bus beruntut. Pada topologi ini biasanya
menggunakan satu kabel utama guna menghubungkan tiap titik sambungan pada
setiap komputer.
Kelebihan
Topologi Linier
- Mudah dikembangkan.
- Membutuhkan sedikit kabel.
- Tidak memperlukan kendali pusat.
- Tata letak pada rangkaian topologi ini bisa dibilang cukup sederhana.
Kekurangan
Topologi Linier
- Memiliki kepadatan lalu lintas yang bisa dibilang cukup tinggi.
- Keamanan data kurang baik.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar